Sabtu, 08 Januari 2011

EMOSI GendhengS

Jika dikejar anjing, seseorang bisa berlari lebih cepat dari biasanya. Dalam situasi yang penuh tekanan, kita bisa mengeluarkan kemampuan terbaik dari diri kita. Sayangnya, kita seringkali enggan memasuki dunia yang penuh tekanan. Kita lebih suka menciptakan lingkungan yang nyaman, daripada memsuki medan pertempuran. Seringkali kita terjebak dalam comfort zone (wilayah ke, mapanan yang menjebak). Sehingga kita enggan berlari dan menjadi mangsa kompetitor kita.
Dalam posisi nothing to lose, biasanya kita lebih berani mengambil resiko, lebih berani berlari dan meninggalkan apapun di belakang kita. Mark Cuban, pemilik Dallas Maverick, menasihati kita, ”Semakin muda Anda mulai, akan semakin baik. Jika Anda masih lajang memiliki lima orang teman kos dan sebuah mobil butut, you have nothing to lose, makin banyak urusan dan kewajiban yang Anda miliki, maka semakin mungkin Anda tidak berani meninggalkan slip gaji.
Semakin berat beban di punggung kita, semakin sulit bagi kita untuk berlari lebih cepat dari biasanya

gendhengsableng

Jumat, 07 Januari 2011

BUNGKUS SINYAL

Saking ndeso-nya petani yang kaya raya ini sampai-sampai memperlihatkan ketidaktahuannya saat membeli  handphone pertama kalinya.
Foto Petani Coklat
Foto Petani Coklat


Ada seorang petani coklat dari kampung ke kota dengan membawa banyak sekali uang hasil penjualan coklat.
Mereka bermaksud membelanjakan uang yang berlimpah itu.
Datanglah mereka ke sebuah gerai handphone terbesar di kota itu.
“Saya hendak membeli hape type yang paling baru” kata petani itu.
“Oh silahkan Pak, apakah Bapak sudah ada SIM cardnya?” sambut pegawai toko dengan ramah.
“Oh perlu SIM juga ya?” tanya petani itu sembil mencabut dompet, mengeluarkan SIM mengemudinya.
“Oh, bukan sim mengemudi Pak, tapi nomor dari operatornya … kalau begitu apa sekalian sama SIM card nya Pak?”
“Oh ya, kalau begitu sekalian SIM card-nya.” jawab petani itu kalem.
“Tapi Pak, maaf, Bapak tinggal di daerah mana?”
“Saya? di Sungai Ujung, Kabupaten Kaki Bukit.”
“Wah, di sana nggak ada sinyal Pak.”
“Oh ya? kalau begitu bungkus sekalian sama sinyal-sinyalnya, saya belii.”
Yah… namanya juga humor nak, petani lagi… kalau itu terjadi sama kamu baru kelihatan bego’nya ya… hehe.. piss

GS 01072011

Kamis, 06 Januari 2011

RAMALAN RONGGOWARSITO


Ronggowarsito adalah spiritualis indonesia yang sangat ternama karena ramalannya banyak yang sudah terbukti. Dipaparkan ada tujuh satrio piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit (Negara Indonesia), yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu.Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut :

SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.

SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.
 
SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.

SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.
 
SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.
 
SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong / dari menteri menjadi presiden) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.
 
SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU
. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati.

GS, 06012011

Senin, 03 Januari 2011

Kekuatan Hidup

Kekuatan hidup dan mati ada di lidah. Kekuatan kata-kata yang diberikan pada seseorang yang sedang “jatuh” justru dapat membuat orang tersebut bangkit dan membantu mereka dalam menjalani hari-hari.

Sifat Hakiki Manusia

Sesungguhnya sifat manusia yang hakiki adalah mencintai, maka jangan berhenti mencintai meski anda tak memperoleh apa-apa. Atau, meski hanya kebencian yang anda terima. Karena mencintai tak mengenal imbalan kecuali rasa cinta itu sendiri.