Sabtu, 16 April 2011

Tips motivasi BERSYUKUR

Secara ringkas, motivasi adalah semangat pendorong untuk melakukan sesuatu. Berikut ini tips motivasi yang semoga bermanfaat.

1.        Selalu bersyukur akan apa yang kita dapatkan.
Mungkin hal ini adalah sederhana, namun sangat memotivasi diri kita saat kita terpukul atau terjatuh dengan target-target yang dinanti-nanti dan diharapkan untuk terjadi, tapi faktanya meleset. Pengungkapan syukur melalui 3 cara.

·      Dengan hati. Lihatlah sekeliling kita yang ada dibawah kita. Yakin hal ini akan membuat hati kita lembut dan mensyukuri akan nikmat-nikmat yang oleh sebagian orang tidak dapat menikmatinya.
·      Dengan lisan, dengan ucapkan alhamdulillah. Nikmat yang kita rasakan tidak akan kita peroleh tanpa seijin dari pemilik tubuh kita, pemilik jasad kita, juga pemilik ruh kita. Trus kita ini siapa? Kita adalah makhluk yang diberi pinjaman untuk dapat berkarya, dan membagikan kebahagiaan kepada orang lain.
·      Dengan perbuatan. Syukur dengan membagikan kebahagiaan kepada orang lain. Rasakanlah kebahagiaan yang timbul saat kita dapat melihat kebahagiaan yang muncul melalui tangan kita. Ada rasa menyeruak dalam dada merasakan bahagia meski buliran air mata mengalir tidak terasa. Jika kita pernah merasakannya, ulangi ulangi dan ulangi.

2.        Lakukan apa yang kita minati.
Hal ini akan memotivasi kita untuk melakukannya. Karena dengannya kita merasa enjoy, dan dengannya tak kan ada rasa bosan dan letih. Banyak dari saudara kita yang mereka bekerja karena tuntutan, bukan karena mereka menyukainya. Dari hasilnya kita akan tahu mana yang bekerja karena menyukainya, atau bekerja karena tuntutan. Orang bekerja dengan diikuti rasa senang, akan menambahkan detil-detil secara sukarela.

3.        Jika tidak seperti yang kita inginkan.
Yakinkan pada diri sendiri, jika posisi ini adalah step awal menuju yang kita inginkan. Tentunya ada hikmahnya. Apapun keadaanannya. Tetap lakukan yang terbaik yang kita bisa, karena itu memperlihatkan kualitas kita.

4.        Cermati, perhitungkan, dan tangkap peluang yang ada.
Setiap kita memiliki peluang-peluang menuju sukses. Namun hanya sedikit orang yang mampu memanfaatkan peluang itu. Terkadang kita melihat ada peluang, namun memiliki keterbatasan, misal keterbatasan modal, keterbatasan keahlian dan lain-lain. Itulah gunanya bermasyarakat, adanya berinteraksi, bersosialisasi, dan bertolong-menolong. Dengan bekerja sama tentu akan  menghasilkan yang positif sesuai target dan keinginan bersama. Asah terus kemampuan untuk melihat peluang.

5.        Berkumpul dengan orang yang bermotivasi.
Prinsip ini sama dengan istilah penjual minyak wangi akan berbau wangi dengan sendirinya.

6.        Selalu dekatkan diri pada Allah.
Adakalanya dalam berusaha mengalami pasang surut. Hambatan dan rintangan dalam melangkah. Pastikan pada diri sendiri bahwa semua itu ada hikmahnya. Mungkin sajakan itu adalah cara Allah untuk mendidik kita. Kita tidak akan dididik seperti di bangku sekolah, tapi kita dididik melalui peristiwa-peristiwa. Kita akan mendapatkan pelajaran dari universitas yang skalanya lebih besar. yaitu universitas kehidupan.
Semoga kita termasuk orang-orang yang dapat memberi manfaat kepada orang lain.  Semoga Allah mengijinkannya.. Amin..

GendhengS, 16042011

Jumat, 15 April 2011

PRIBADI ANDAKAH ?


       1.        Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

2.        Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.

3.        Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

4.        Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.

5.        Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

6.        Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

7.        Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8.        Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9.        Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.

10.    Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

GendhengS, 16042011

BAGAIMANA ANDA MEMANDANG


Segala sesuatu di dunia ini bisa dikategorikan menjadi dua kategori saja. Misalnya baik dan buruk, teman dan lawan, masalah atau tantangan, hitam atau putih. Semuanya diawali dari sudut pandang. Dari mana kita memandang ....
Dan ternyata....sudut pandang bisa mempengaruhi kita. Bagaimana kita menanggapi sesuatu tergantung darimana kita memandangnya, bagaimana kita bertindak tergantung darimana kita melihatnya, dan bagaimana kita menjawab, sekali lagi, dipengaruhi sudut pandang kita.
Dan seringkali perbedaan sudut pandang inilah yang membuat suatu masalah tidak pernah selesai. Satu orang melihat dari sudut kiri, dan orang lainnya melihat dari sudut kanan. Tentunya gambaran yang mereka lihat berbeda. Saya paling suka ilustrasi mengenai tiga orang buta dan gajah.
Ketiga orang buta ini masing-masing berdebat mengenai gajah. Orang buta pertama berkata bahwa gajah itu bentuknya panjang dan tipis seperti sedotan. Orang buta kedua mengatakan bahwa gajah itu bentuknya bundar dan besar. Dan orang buta ketiga mengatakan bahwa gajah itu bentuknya tipis dan lebar.
Karena kita tidak buta maka kita bisa melihat beberapa hal yang lucu di sini.
Pertama, jawaban ketiga orang buta tersebut mengenai gajah memang tidak salah. Tetapi tidak lengkap ! Orang buta pertama memegang buntut si gajah, dan memang betul kalau ekor gajah itu panjang dan tipis. Orang buta kedua memegang kaki gajah. Dan orang buta ketiga memegang telinga gajah.
Kedua, semua hal bisa dilihat dari berbagai macam perspektif. Entah itu tipis dan panjang, atau bulat dan besar, ataukah tipis dan lebar. Semua itu adalah perspektif. Hal yang perlu disingkirkan di sini adalah anggapan bahwa AKULAH YANG PALING BENAR ! AKULAH YANG PALING TAHU ! atau, yang parah, KAMU TAHU APA ?!
Selama kita hidup di dunia ini, kita akan selalu bertemu dengan yang bernama masalah. Tidak peduli yang kita lakukan itu baik atau buruk, rohani atau tidak, yang namanya masalah itu pasti ada. Lalu, manakah sudut pandang kita ?
Masalah adalah bagian dari kehidupan, atau masalah sebagai tantangan untuk hidup yang lebih baik ?
 
GendhengS, 15042011

BAGAIMANA ANDA MEMANDANG

Segala sesuatu di dunia ini bisa dikategorikan menjadi dua kategori saja. Misalnya baik dan buruk, teman dan lawan, masalah atau tantangan, hitam atau putih. Semuanya diawali dari sudut pandang. Dari mana kita memandang ....
Dan ternyata....sudut pandang bisa mempengaruhi kita. Bagaimana kita menanggapi sesuatu tergantung darimana kita memandangnya, bagaimana kita bertindak tergantung darimana kita melihatnya, dan bagaimana kita menjawab, sekali lagi, dipengaruhi sudut pandang kita.
Dan seringkali perbedaan sudut pandang inilah yang membuat suatu masalah tidak pernah selesai. Satu orang melihat dari sudut kiri, dan orang lainnya melihat dari sudut kanan. Tentunya gambaran yang mereka lihat berbeda. Saya paling suka ilustrasi mengenai tiga orang buta dan gajah.
Ketiga orang buta ini masing-masing berdebat mengenai gajah. Orang buta pertama berkata bahwa gajah itu bentuknya panjang dan tipis seperti sedotan. Orang buta kedua mengatakan bahwa gajah itu bentuknya bundar dan besar. Dan orang buta ketiga mengatakan bahwa gajah itu bentuknya tipis dan lebar.
Karena kita tidak buta maka kita bisa melihat beberapa hal yang lucu di sini.
Pertama, jawaban ketiga orang buta tersebut mengenai gajah memang tidak salah. Tetapi tidak lengkap ! Orang buta pertama memegang buntut si gajah, dan memang betul kalau ekor gajah itu panjang dan tipis. Orang buta kedua memegang kaki gajah. Dan orang buta ketiga memegang telinga gajah.
Kedua, semua hal bisa dilihat dari berbagai macam perspektif. Entah itu tipis dan panjang, atau bulat dan besar, ataukah tipis dan lebar. Semua itu adalah perspektif. Hal yang perlu disingkirkan di sini adalah anggapan bahwa AKULAH YANG PALING BENAR ! AKULAH YANG PALING TAHU ! atau, yang parah, KAMU TAHU APA ?!
Selama kita hidup di dunia ini, kita akan selalu bertemu dengan yang bernama masalah. Tidak peduli yang kita lakukan itu baik atau buruk, rohani atau tidak, yang namanya masalah itu pasti ada. Lalu, manakah sudut pandang kita ?
Masalah adalah bagian dari kehidupan, atau masalah sebagai tantangan untuk hidup yang lebih baik ? 

GendhengS, 15042011