Senin, 28 Maret 2011

SENYUMmu CEMERLANGKAN DUNIAku


Senyum itu memang sebuah fenomena, Allah telah menyempurnakan diri manusia dengan adanya bibir pada wajahnya. Tapi taukah dirimu teman ?

Tidak semua orang yang memiliki bibir pandai tersenyum, termasuk kita. Tidak setiap saat kita bisa dengan ringan dan riang tersenyum pada setiap orang yg kita temui, bahkan tak jarang bibir ini terasa berat sekali walau hanya untuk menarik dua sudut bibir ke arah yang berlawanan , bahkan ketika sekelompok pelawak tengah mencoba untuk mengocak perut kita dengan aneka dagelannya sekalipun , ada kalanya semua itu hanya bisa kita pandang sebagai tontonan kosong yg tak menggerakkan apresiasi.

Padahal ada banyak keuntungan yang akan kita peroleh dengan tersenyum.
Senyum bisa menambah daya tarik. Membuat wajah semakin manis, lebih berkesan, lebih menawan, bisa menyejukkan, hati yg gundah terasa terang bila melihat senyum hati-hatikan jadi tenang. Mari kita bercermin, teman, seperti apakah wajah kita dlm keadaan tersenyum, dan seperti apa kalo cemberut. Wajah mana yang paling engkau sukai ?

Orang yang murah senyum pun akan dijauhi oleh Stres, jantungnya akan berdetak normal, peredaran darahnya akan mengalir dgn baik. Pendek kata orang yg terbiasa tersenyum akan terhindar dr aneka penyakit ketegangan.

Sebabnya ialah karena senyum mendorong hati menjadi ceria. Akibatnya selain menyehatkan dan menguatkan tubuh juga akan membuat kita awet muda.
Senyum juga membuat proses interaksi terasa lebih menyenangkan. Satu lagi teman, senyum ternyata hanya mengandalkan 17 otot wajah, sedangkan cemberut akan membuat kurang lebih 32 otot wajah yg menjadi tertarik. Nah, inilah salah satu sebab mengapa wajah terkadang terlihat cepat tua bagi orang yang jarang tersenyum.

Melihat ahli senyum saja hati kita bisa menjadi segar, keakrabannya sangat kental terasa , hangat, bahkan mampu menambah semangat. Wajah yang ringan menampakkan senyum, tak jarang menjadi sosok yang sering dirindukan karena hadirnya yang hidup dan menghidupkan.

Senyumlah ... senyumlah ... senyumlah ....
Karena senyum bisa menjadi salah satu bukti benarnya kita dalam berkeyakinan.
Senyum itu adalah sedekah. Kita bisa menjadi orang yang kaya dengan senyum. Kekayaan yang tak bisa dinilai dengan materi , karena senyum adalah ekspresi kekayaan jiwa.
Kita mungkin saja mengalami kemiskinan materi, tp jgnlah kemudian kemiskinan membuat jiwa kita menjadi sempit. Materi hanyalah salah satu dari sekian banyak fasilitas hidup yg telah diberikan kepada kita dr Sang Pencipta. Dia bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan sukses tidaknya hidup kita dan dia hanyalah bagian dari dunia. Sementara jiwa kita akan senantiasa hidup, apakah dulu ketika kita masih belum berwujud, ataupun sekarang ketika dunia menjadi tempat tinggal sementara kita.

So...Jangan biarkan kehidupan jiwa kita terpinggirkan, miskin, dan tak berdaya.
Mulailah dengan senyum teman. Inikah sedekah termurah yang tak sederhana.

Tinggikan diri kita dengan senyum, penuhi jiwa kita dengan kekayaan tak ternilai.
Orang yang tidak memiliki tak akan bisa memberi, dan orang yang tak mampu tersenyum berarti jiwanya tengah dilanda kemiskinan.

Senyum bukan hanya gerak bibir semata melainkan gerak rasa, gerak akal, gerak hati yang mencerminakn pesona jiwa
Maka, tebarkanlah senyum, wahai jiwa-jiwa yang pemurah
Cemerlangkan dunia dengan senyum, wahai jiwa-jiwa yang kaya.

Insyaallah manisnya buah kasih sayang akan kita rasa. Indahnya ukuwah kian bermakna dan kita akan menjadi orang yang beruntung karena mendapatkan dunia PENUH CINTA.

Manis wajahmu kulihat disana
Apa rahasia yang tersirat
Tapi zahirnya dapat kulihat
Mesra wajahmu dengan senyuman

Hati yang gundah terasa tenang
Bila melihat senyum hati-hati kan tenang
Senyumlah seiklas hati
Senyum dari hati jatuh ke hati

Senyumlah ... 4x
Senyum tanda mesra, senyum tanda sayang
Senyum diwaktu susah tanda ketabahan
Senyummu itu tanda keimanan

Senyumlah ... 4x
Itulah sedekah yang paling mudah
Tiada terasa terhutang budi
Ikat persahabatan antara kita.

★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆

Salam 3 S : Senyum, Sehat, Sukses !!!
wiji16@ymail.com ........ sweet original smile

Selasa, 22 Maret 2011

Kaca Mata Dua Empat

1    Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

2   Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang, sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

3   Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

4      Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.

5     Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

6   Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

7   Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

8  Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu pula.

9  Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

10  Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

11  Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

12  Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.

13  Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

14    Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti    hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.

15    Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap peduli padanya.

16    Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

17    Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.

18    Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah         dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.

19    Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

20    Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

21    Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau          mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

22    Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu.

23    Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

24 Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum. jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.

GendhengS, 28012011

SKALA PRIORITAS TINDAKAN

Mengapa manusia berusaha dengan serius, berjuang? Berjuang adalah mengaktualkan potensi atau berusaha meraih apa yang diinginkan. Keinginan layak diperjuanngkan bila itu “mungkin”, potensi mengarah ke aktus. 

Artinya sesuatu itu memang untuk kesempurnaan aktualisasi kita, kita perlu mengarah kesana. Arti lainnya adalah kita manusia, mesti dan layak serta malah ‘harus’ memaksimalkan perjuangan atau usaha kita, untuk meraih semua kemungkinan potensi ciptaan kita.

Disinilah salah satu pengertian bahwa seluruh mahluk Allah, khusnya manusia wajib untuk berjuang. Karena perjuangan adalah ibadah, dengan definisi ibadah sebagai apapun yang mengarahkan kepada Tuhan/Allah, sedangkan yang menjauhkannya berarti maksiat. Sedangkan Tuhan adalah kongkritisasi dalam ide sebuah kesempurnaan, dan itu direalkan dalam bentuk Rasul / wahyu dan Imam.

Tujuan penciptaan manusia adalah "Memanusiakan Manusia", atau dalam bahasa al-Qur'an adalah diciptakan untuk ibadah atau untuk menjadi khalifali dimuka bumi. Dan syariat adalah konkritisasi "ide ideal kemanusiaan". Sehingga bila ada syari'at yang tidak memanusiakan manusia, maka itu secara langsung tertolak sebagai "wahyu", ide langsung dari Yang Maha Sempurna.

Dalam berkehidupan manusia harus selalu beribadah, tidak ada apapun yang lowong darinya, karena mereka diciptakan untuk itu (Beribadah). Lalu apa konkritisasi dari ibadah dalam berkehidupan? Ibadah adalah berfikir skala prioritas dalam seluruh aspek kehidupan. Sehingga dalam artian ini non-sense ada sesuatu yang ‘mubah’ dalam berkehidupan ini. Karena tujuan penciptaannya adalah untuk ibadah. Artinya dalam kehidupan selalu ada perbandingan antara "yang jelek dan sangat jelek", "yang baik dan sangat baik" dst. 

Tidak mungkin dalam hidup ini ada yang Nol (O, mubah). Kita lihat saja makan, apa itu mubah? Pada saat kita melakukan itu pasti ada pilihan yang lain, tidak makan, atau aktivitas lainnya. Bila kita lapar, lalu makan, itu bukan mubah, sunnah. Baca buku, bisa makruh bila ada yang lebih baik dilakukan dst. Artinya hidup ini selalu dalam kategori pilihan dapat nilai + (keuntungan, gain, pahala, surga) atau nilai - (minus, rugi, losse, dosa, neraka).

Tidak ada diantara dua itu. Mengambil keputusan Nol (0, mubah secara figh), padahal kita dapat mendapatkan +, berarti kita merugi, secara ‘figh akali’ itu dosa (rugi, losse). Mengambil nol, padahal pilihannya - (minus, dosa), itu pahala, untung, gain, dst. Contoh, pilihannya pergi bersama teman-teman ke tempat maksiat dan duduk-duduk dirumah minum kopi. Duduk-duduk minum kopi itu per individu (kalau sendirian) adalah mubah, tetapi kita memilih itu, dibandingkan pergi maksiat…maka minum kopi jadi Plus, bukan Nol. Walau kata-kata Sunnah kurang pas…karena memang itu terminology Figh.

Disinilah sebenarnya manusia selalu dituntut oleh allah untuk mengambil prinsip-prinsip perdagangan dalam berkehidupan, termasuk dalam beribadah dan beragama. Karena Tuhanpun mengajak transaksi dengan kita (walau kita milikNYA dan "terserah" Dia mau diapakan), dengan berkata; "maukah kalian berdagang denganKU, serahkan diri kalian padaku (beribadah, berjuang, jihad dll) dan AKU ganti kalian dengan Surga selamanya, tidakkah ini perdagangan yang menguntungkan, dan siapakah yang lebih baik dengan bentuk perdagangan seperti ini kecuah AKU".

Lalu marilah kita lihat apa yang mesti kita lakukan dalam berkehidupan saat ini? Manusia tidak akan bertindak diluar konsep dirinya. Disinilah kepetingan dan keharusan kita melihat skala prioritas kehidupan kita. Jangan-jangan kita senang dengan hal-hal yang remeh, tak bernilai secara duniawi maupun ukhrowi. Kalau itu menjadi kebiasaan, karakter kita, bahaya dan sangat rugilah kita, sebab apa yang kita lakukan nilainya rendah, sedangkan ada orang lain yang kesukaannya itu, bernilai, unggul dimata manusia dan Tuhan.

Lihat saja orang yang hobinya tamasya, majlas, santai, tidak suka repot, piara binatang, beli pakaian, barang elektronik, sepatu, nonton film dll. Apa ini haram, mungkin orang akan bertanya seperti itu? Jelas jawabnya Tidak (walau itu diluar pembahasan disini). Yang kita bahas adalah skala prioritas dalam hidup sesuai dengan tujuan penciptaan Kita.

Lalu timbul pertanyaan; apakah ada yang baik secara asali? Bukankah sesuatu itu baik karena dibandingkan dengan yang lain? Seperti tadi, makan bisa baik, atau jelek tergantung perbandingan dan skala prioritas bandingannya. Ya memang itu secara umum benar. Tetapi ini perlu penjelasan lebih lanjut. Lalu Bagaimana dengan skala prioritas dalam kehidupan kita saat ini? Kita sebagai individu, sebagai masyarakat, sebagai orang tua, anak, tetangga dst. Apa-apa yang mesti dilakukannya? Apa itu, bagaimana melakukannya dan apa yang harus dilakukan, itu semua perlu dipikirkan didiskusikan. 

Any Where  in gENDHENGs, 24 Feb 2011

Senin, 21 Maret 2011

SEKEDAR RENUNGAN UNTUK KEHIDUPAN

Kalau mata kita mengikuti gerakan putaran bulatan warna pink, hanya akan terlihat satu warna, pink.

Kalau pandangan mata ke tanda "+" hitam di tengah, makan bulatan yang berputar berubah warnanya ke hijau.

Sekarang, konsentrasi ke tanda "+" hitam di tengah-tengah gambar.

Dalam waktu yang singkat, pelahan-lahan bulatan pink akan menghilang, dan hanya akan terlihat satu bulatan hijau yang berputar. Sangat mengagumkan cara otak kita bekerja. Sebenarnya tidak ada bulatan hijau, dan bulatan pink sebenarnya juga tidak menghilang. Rasanya cukup membuktikan bahwa kita tidak selalu melihat apa yang kita pikir kita.

melihatnya --> dengan kata lain, kita "melihat" bukan apa adanya, tapi " sebagaimana kita melihat " sesuatu...Kadang kita merasa menghadapi suatu masalah yang "sangat sulit" atau"sangat berat" (baik di tempat kerja, di keluarga, di lingkungan masyarakat,maupun masalah pribadi diri sendiri), bahkan kadang bisa terlintas di benak kita, kenapa demikian berat beban masalah/cobaan yang kita terima?

Padahal kalau kita menerima anugrah / hadiah / kenikmatan yang demikian besar, kita tidak pernah mempertanyakannya, kenapa kok saya yang menerima.

Dan kadang kita lupa dengan doa : berilah beban yang aku sanggup memikul nya.

Berat - ringan, kecil - besar, masalah - bukan masalah, sedih-gembira, hukuman-pahala, derita/nestapa bahagia...dst.

BUKANKAH HANYA CARA PANDANG KITA TENTANG "SESUATU" ?

Perihal, peristiwa, kejadian tetap sama, namun dengan sudut pandang yang berbeda (kita coba geser cara pandang) dan me-makna-i nya dengan cara yang berbeda, maka hasil nya juga akan berbeda. Semua hanya ada di benak kita sendiri ! tak kita lah yang membuatnya berbeda ! Peristiwa bisa sama, namun kalau kita memaknai/memandang nya sebagai hal yang positif, bermanfaat, mengambil pelajaran, maka hasil nya akan demikian. Dan tentu sebaliknya...

Terlampir meneruskan kiriman dari seorang rekan yang membuktikan bahwa " cara kerja" otak kita ternyata " melihat" sesuatu bukan apa ada- nya, tapi sebagaimana kita melihat nya. Teringat salah satu ungkapan dari seorang sahabat (dalam bahasa Jawa) :"Sing ora ono iku sejatinya ono, sing ono iku sejati-ne dudu..." ( yang tidak ada/nampak itu sejatinya ada, yang ada / tampak itu sejatinya bukan )

Salam GendhengS, 21032011