Senin, 07 Maret 2011

KOMITMEN

Komitmen adalah suatu tindakan untuk membatasi diri anda secara mental dan intelektual untuk terikat pada suatu rangkaian tindakan yang terus menerus anda tetap lakukan pada saat anda tidak mau atau tidak mampu melakukannya.

Setiap komitmen kecil setiap hari dapat mengubah hidup anda secara dahsyat.

Jika anda melakukannya untuk mengejar impian kesuksesan anda, maka suatu saat anda akan memiliki akselerasi untuk mencapai kesuksesan tersebut.

Komitmen yang benar adalah suatu hal yang sangat powerful dan dahsyat.

GendhengS, 080311

KENDALI HIDUP ANDA

  1. Semua orang-orang sukses adalah orang-orang yang mengendalikan hidup mereka sendiri.
  2. Ada perbedaan besar anda antara mengendalikan hidup dan dikendalikan oleh hidup.
  3. Orang-orang yang dikendalikan oleh hidup mereka adalah orang-orang yang bertindak berdasarkan level emosi negatif, pikiran-pikiran negatif, dan bahkan nafsu.

LAKUKAN DENGAN CINTA


Cinta adalah satu hal yang sangat penting dalam hidup anda.
Tanpa cinta, hidup anda akan kosong.

Dengan cinta, hidup anda akan berarti dan merasakan kehangatan.
Cinta akan bersinar bahkan pada saat-saat yang paling sulit sekalipun
Lakukan lah apa saja yang anda kerjakan atas dasar cinta kepada orang-orang yang anda cintai.

Prinsip cinta yang paling penting adalah anda memberikan terlebih dahulu, baru anda akan menerima kemudian.

Cinta ada dua jenis.
Cinta yang memberi dan cinta yang egois
Cinta yang memberi adalah berpusat kepada orang-orang yang anda cintai.

Cinta egois adalah cinta yang berpusat kepada diri sendiri.
Kebahagian cinta yang sejati adalah ketika anda bisa membahagiakan orang-orang yang anda cintai dari memenuhi apa yang mereka butuhkan. Jangan anda balik.

Ketika anda berpikir bahkan bertindak berdasarkan cinta yang berpusat kepada diri anda sendiri, maka pada saat itulah segala sesuatunya akan mulai kacau.

Tetapi sebaliknya, jika anda berpikir dan bertindak berdasarkan cinta yang berpusat kepada kebahagiaan orang yang anda cintai, cepat atau lambat, pasti mereka akan dapat melihatnya dan memberikan hal yang sama.

Jangan mencari cinta..Berikanlah cinta terlebih dahulu kepada orang-orang yang anda cintai.
Anda akan menemukan banyak kehangatan dalam hidup anda.

SG, 8311

Minggu, 06 Maret 2011

KARAKTER MANUSIA

Manusia diciptakan dengan berbagai kelebihan sekaligus kekurangan dengan tujuan untuk saling melengkapi. Secara umum, manusia menjadi empat macam karakter, yaitu :

1. Karakter didorong oleh Kekuasaan ( API )
2. Karakter didorong oleh Kebajikan ( TANAH )
3. Karakter didorong oleh Kedamaian ( AIR )
4. Karakter didorong oleh Kesenangan ( UDARA )


Empat macam motif dasar inilah yang membuat masing – masing orang berbeda dengan yang lainnya. Gendheng, rekan kerja saya di, memilih untuk diam ketika dihadapkan pada suatu konfrontasi verbal. Dia membutuhkan banyak waktu untuk berpikir sebelum berbicara dan ketika akhirnya menjawab, arti kalimatnya terkesan mengambang. Sementara itu, Sableng, mantan pacar saya penuh dengan misteri, terorganisir dalam bekerja, sedikit dingin, dan mengerikan ketika mencapai batas kesabarannya (x_x)’. Ada juga DK, yang begitu mudah tersentuh hatinya ketika menghadapi kejadian yang mengharukan. AAW, rekan kerja di Backpack Marketing Communication,  yang sangat berhati-hati dalam melangkah serta mendetail ketika berbicara. Semua teman saya tadi begitu berbeda satu dengan yang lainnya. Bagi saya, mereka semua unik dan mempunyai karakter yang kuat.

KETIKA KARAKTER YANG BERBEDA BEKERJA BERSAMA

Semakin kuat karakter seseorang, akan semakin terlihat kelebihan sekaligus kekurangan mereka. Mereka bisa bekerja dengan baik  di suatu pekerjaan namun tampak bodoh ketika melakukan pekerjaan lainnya. Hal ini bisa berakibat fatal jika kita sebagai pemimpin tidak memiliki persepektif yang benar mengenai kekuatan dan kelemahan karakter manusia.

Karena tahu bahwa si AAW mampu mengatur proyek dengan baik, maka atasannya memberikan tugas baru sebagai seorang marketing. Si Bos merasa yakin bahwa AAW bisa bekerja dengan baik di sana, besar sekali harapannya kepada keberhasilan AAW. Selang beberapa bulan kemudian, Si Bos merasa kecewa karena “kegagalan” AAW. Di lain pihak, AAW merasa telah melakukan pekerjaannya dengan baik dan berusaha sampai melebihi batas kemampuannya. Jadi, di manakah letak kesalahannya ?

Lain AAW, lain si Gendheng. JA meminta Gendheng untuk menerjemahkan suatu kontrak ke dalam bahasa Inggris. JA mengirimkan file aslinya supaya diterjemahkan persis seperti aslinya dan segera (besok harus sudah jadi!) Keesokan harinya, JA menerima file dari Gendheng dan segera menaruhnya kembali dalam map karena Gendheng mengerjakan melebihi harapan JA. Kontrak tidak hanya diterjemahkan dari bahasa indonesia ke dalam bahasa inggris, tetapi diperbaruhi dan bahasanya diubah menjadi bahasa hukum. Luar biasa bukan ?

Tak lama kemudian, JA mengeluh kepada saya mengenai kontrak tersebut. Dia hanya minta “diterjemahkan” saja oleh Gendheng. Sementara itu, Gendheng mengatakan kepada saya bahwa menerjemahkan kontrak dari bahasa Indonesian ke dalam bahasa Inggris itu berbeda sama sekali. Beda bahasa berarti beda budaya serta beda kebiasaan, pendeknya semuanya berbeda, tidak bisa asal “menerjemahkan” saja. Bisa fatal di belakang hari !

Gendheng dan JA berusaha melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya masing-masing. Semakin fokus mereka bekerja akan semakin besar pula ketidakpuasan mereka atas pekerjaan rekan kerjanya. Jadi, dimanakah letak kesalahannya ?

MEMAHAMI KARAKTER MANUSIA

Saya tersenyum dan sedikit ketawa membayangkan kembali kejadian itu.

Di mana lucunya ?
Atau lebih tepatnya, apa yang membuat kisah di atas lucu ?
Kembali ke pertanyaan dimanakah letak kesalahannya ?
Dimanakah kesalahan AAW dengan pak Bosnya ?
Apa salah Gendheng dan JA ?

Buat saya, mereka semua tidak melakukan kesalahan apapun, mereka hanya melihat dari sudut pandang yang salah.

Jika mereka semua melihat dari sudut pandang yang salah, mengapa AAW, Pak Bos, Gendheng, dan JA tidak bisa menyadarinya ?

Untuk menjawab pertanyaan ini, saya akan kembali pada kelebihan dan kekurangan karakter manusia. Saya akui kalau saya mempunyai kelebihan di bidang perspektif ini, sementara AAW dan lainnya tidak. Bagi saya, melihat suatu permasalahan dari sudut pandang yang benar semudah membalik telapak tangan. Tapi....sulit, benar-benar sulit buat saya untuk berbicara secara detail seperti AAW dan Gendheng atau memarketing seseorang seperti JA. Ini adalah kekurangan saya sebagai manusia !

Pendeknya, saya seorang manusia yang kuat di suatu bidang dan lemah di bidang lainnya. Hal ini wajar dan manusiawi, namun jarang dipahami oleh beberapa orang.

Kasus AAW dan atasannya lucu jika kita bisa melihat dari perspektif yang benar. Kelebihan karakter AAW pada detailnya, dia mampu menganalisa suatu permasalahan dan menyiapkan penyelesaiannya. Dia adalah seorang perfeksionis, semua tetek-bengek harus dikerjakan dengan benar dan sempurna. Tidak ada ruang untuk blank spot, karena itu AAW lama dalam mengambil keputusan. Di lain pihak, atasannya adalah seorang oportunis, kesempatan harus diambil secepat mungkin dan segala sesuatunya bisa dilakukan dengan sumber daya yang ada, jika bisa dikerjakan dengan baik dalam deadline yang padat maka ambil tawaran itu, jika antara hasil dan waktu saling berhubungan erat kembalikan ke klien. Jangan terlalu ambil pusing dengan detail, deal kontrak terlebih dulu. Masalah perincian bisa menyusul.

Hubungan antara dua karakter yang kuat seringkali rawan konflik

Jadi, AAW dan atasannya memiliki karakter yang jauh berbeda, boleh dikatakan berlawanan. Meminta AAW untuk bekerja seperti atasannya membuatnya tidak nyaman dan tertekan. Namun jika ternyata AAW bisa memenuhi tuntuntan si bos, hati kecilnya akan memberontak, dia kehilangan jati dirinya dan segala kelebihannya. Si Bos mungkin puas dengan keberhasilan AAW, namun sebenarnya dia telah kehilangan karakter terbaik AAW.

Gendheng dan JA lebih lucu lagi...hahahaha.....JA minta A tapi Gendheng mengerjakan A-B-C-D. Puaskah JA ?
Seharusnya !
Tapi ternyata tidak ?

Gendheng mengerjakan A-B-C-D, padahal hanya diminta untuk mengerjakan A oleh JA.
Apakah dia layak menerima pujian ?
Seharusnya ! Tapi ternyata tidak !

Memang aneh, tapi inilah dua karakter berbeda yang bekerja bersama. Ketika saya disodori masalah ini, saya cuman merubah tata letak kontrak tersebut. Isi kontrak diletakkan di atas dan diberi nomer satu, termin pembayaran dan pelunasan diberi nomer dua, dan lainnya. Terjemahan Gendheng tidak saya rubah sama sekali, tulisannya sama persis dengan yang lama. Anehnya, JA langsung bisa mengerti kontrak tersebut (padahal sebelumnya mengatakan sulit untuk memahami tulisan Gendheng!)
Sekali lagi, dimanakah letak kesalahannya ?

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KARAKTER MANUSIA

Tidak ada manusia yang sempurna, bisakah anda menerima hal ini ? Lebih lanjut, saya ingin menantang anda untuk hidup dengan mereka. Sekalipun anda menolaknya, anda akan tetap menghadapi masalah ini. Percayalah !
Kekuatan sebuah karakter harus dikembangkan, apakah anda setuju ?
Sebaliknya, kelemahan sebuah karakter harus dihilangkan, apakah anda juga setuju ?
Saya dengan tegas akan menjawab TIDAK ! Kekurangan manusia tidak bisa dihilangkan. Mengapa ?

Karena waktu hidup kita terbatas, merubah kelemahan menjadi kekuatan akan memakan tenaga dan waktu yang besar, dan yang terpenting kita tidak merasa nyaman untuk melakukannya. Akan lebih baik jika waktu dan tenaga yang ada kita gunakan untuk mengembangkan kelebihan kita sebab hasil yang diperoleh jauh lebih memuaskan.

Jadi, apakah kita harus membiarkan kelemahan kita begitu saja ?
Tentu saja tidak, saya cuma minta anda fokus untuk mengembangkan kekuatan karakter anda daripada memperbaiki kelemahan anda. Biarkan orang lain yang menutupi kelemahan anda. Dan anda sendiri melengkapi kekurangan mereka. Saya rasa inilah salah satu alasan mengapa Tuhan menciptakan manusia itu berbeda.

Saya ingatkan sekali lagi bahwa kekurangan orang lain bukan untuk dijadikan senjata melawannya melainkan untuk dipahami sebagai identitas seorang manusia yang normal.

Atau boleh juga dimanfaatkan untuk menjadikan diri kita lebih bersinar .... he ... he ... he ....

Enam tiga sebelas

Selasa, 01 Maret 2011

MOTIVASI GENDHENG’S


 Untuk mencapai kesuksesan, kita jangan hanya bertindak, tapi juga perlu bermimpi, jangan hanya berencana, tapi juga perlu untuk percaya.
To accomplish great things, we must not only act, but also dream; not only plan, but also believe.

Semua impian kita dapat menjadi nyata, jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya.
All our dreams can come true, if we have the courage to pursue them.

Imajinasi jauh lebih penting dari pada pengetahuan.
Imagination is more important than knowledge.

Mereka bisa, karena mereka pikir, mereka bisa.
They can because they think they can.

Hargailah segala yang kau miliki; anda akan memiliki lebih lagi. Jika anda fokus pada apa yang tidak anda miliki, anda tidak akan pernah merasa cukup dalam hal apapun.
Be thankful for what you have; you’ll end up having more. If you concentrate on what you don’t have, you will never, ever have enough.

Bakat yang kita miliki adalah hadiah dari Tuhan untuk kita… Apa yang dapat kita hasilkan dari bakat tersebut adalah hadiah dari kita untuk Tuhan.
Our talents are the gift that God gives to us… What we make of our talents is our gift back to God.

Saya tidak tahu apa kunci kesuksesan, tapi kunci kegagalan adalah mencoba untuk membuat semua orang senang.
I don’t know the key to success, but the key to failure is trying to please everybody.

Anda bertanggung jawab atas kehidupan anda. Anda tidak bisa terus menerus menyalahkan orang lain untuk kesalahan-kesalahan dalam hidup anda. Hidup ini sebenarnya adalah tentang melanjutkan kehidupan itu sendiri.
You are responsible for your life. You can’t keep blaming somebody else for your dysfunction. Life is really about moving on.

Mendapatkan yang Anda kejar adalah Kesuksesan, tapi mencintai perjalanan selama Anda berusaha mendapatkannya itulah Kebahagiaan.
Getting what you go after is success; but liking it while you are getting it is happiness.

Memendam kemarahan bagaikan menggenggam sebuah bara panas dengan niatan untuk melemparkannya ke seseorang. Sebenarnya dirimu lah yang terbakar.
Holding on to anger is like grasping a hot coal with the intent of throwing it at someone else; you are the one who gets burned.